Pengkajian Permasalahan Kesehatan Masyarakat Desa Sariwangi Melalui Survei Mawas Diri (SMD)

Kepala UPT Puskesmas Sariwangi Bapak H. Dungani, AMd. Kep. dan Ibu dr. Hj. Analisa dalam Kegaiatan Survei Mawas Diri (SMD)

Sariwangi, (28/11/2018). Selain permasalahan ekonomi pemerintah juga sedang berusaha memperbaiki permasalahan lainnya, yakni permasalahan kesehatan. Permasalahan ini begitu kompleks karena terkadang permasalahan ini selalu dikaitkan atau terkait dengan masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Permasalahan kesehatan itu sendiri terjadi karena beberapa faktor, diantaranya : faktor perilaku, lingkungan, keturunan dan pelayanan kesehatan.

Perilaku yang sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penyakit berbasis perilaku dan gaya hidup. Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri kita dari banyak penyakit, diantaranya penyakit jantung, darah tinggi, stroke, kegemukan, diabetes mellitus dan lain-lain. Perilaku atau kebiasaan mencuci tangan sebelum  makan juga dapat menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna.

Lingkungan yang mendukung gaya hidup bersih juga berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam kehidupan disekitar kita dapat kita rasakan, daerah yang kumuh dan tidak dirawat biasanya banyak penduduknya yang mengidap penyakit seperti gatal-gatal, infeksi saluran saluran pernafasan, dan infeksi saluran pencernaan. Penyakit Demam Berdarah juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lingkungan tidak bersih, banyaknya tempat penampungan air yang tidak pernah dibersihkan menyebabkan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah meningkat. Hal ini menyebabkan penduduk di sekitar memiliki risiko tergigit nyamuk dan tertular demam berdarah.

Banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian penyakit tidak dapat dihindari, seperti penyakit akibat dari bawaan atau keturunan. Semakin besar penduduk yang memiliki risiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meningkatkan derajat kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya konseling perkawinan yang baik untuk menghindari penyakit bawaan yang sebenarnya dapat dicegah munculnya. Akhir-akhir ini teknologi kesehatan dan kedokteran semakin maju. Teknologi dan kemampuan tenaga ahli harus diarahkan untuk meningkatkan upaya mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Ketersediaan fasilitas dengan mutu pelayanan yang baik akan mempercepat perwujudan derajat kesehatan masyarakat. Dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu secara merata dan terjangkau akan meningkatkan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas tentunya harus ditopang dengan tersedianya tenaga kesehatan yang merata dan cukup jumlahnya serta memiliki kompetensi di bidangnya (professional).

Ke empat faktor yang mempengaruhi kesehatan di atas tidak dapat berdiri sendiri, namun saling berpengaruh. Oleh karena itu upaya pembangunan harus dilaksanakan secara simultan dan saling mendukung. Upaya kesehatan yang dilaksanakan harus bersifat komprehensif, hal ini berarti bahwa upaya kesehatan harus mencakup upaya preventif/promotif, akuratif dan rehabilitative. (Sumber : idahceris)

Ibu Rostiani (kiri), Ibu dr. Hj. Analisa (tengah) dan Kepala UPT Puskesmas Sariwangi Bapak H. Dungani, AMd. Kep. (kanan) dalam Kegiatan Survei Mawas Diri (SMD). (27/11/2018) (dok : gyamphkanp)

 

Ibu Firtiana, S.IP. selaku dirigen atau konduktor. (27/11/2018) (dok : gyamphkanp)

 

Para Peserta sedang Khidmat Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. (27/11/2018) (dok : gyamphkanp)

Upaya pengkajian permasalahan kesehatan masyarakat, pada hari selasa tanggal 26 November 2018 UPT Puskesmas Sariwangi mengadakan Survei Mawas Diri (SMD). Berlokasi di Aula Kantor Kepala Desa Sariwangi, acara tersebut dimulai dengan pembukaan yang dibawakan oleh Moderator Ibu Rostiani yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Sariwangi. Setelah pembukaan para peserta yang hadir berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara bersama-sama, dengan Ibu Firtiana, S.IP. selaku dirigen atau konduktor. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh H. Zainal Wahid peserta yang mewakili Tokoh Masyarakat.

Ibu dr. Hj. Analisa membeberkan tentang permasalahan kesehatan dan cara penanggulangannya serta dilanjutkan ke materi tentang Survei Mawas Diri (SMD). (27/11/2018) (dok : gyamphkanp)

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB pada hari selasa tersebut, Kepala UPT Puskesmas Sariwangi Bapak H. Dungani, AMd. Kep. memberikan sambutannya dalam kegiatan tersebut terkait dengan SMD. Selanjutnya Ibu dr. Hj. Analisa. membeberkan tentang permasalahan kesehatan dan cara penanggulangannya serta dilanjutkan ke materi tentang Survei Mawas Diri (SMD). Para Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut dari berbagai kalangan yang berada di Desa Sariwangi seperti Perangkat Desa, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan serta Tokoh Agama. Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Sariwangi tidak menghadiri kegiatan tersebut dikarenakan adanya rapat di Kantor Kecamatan Padakembang.

Kehadiran peserta mengikuti kegiatan tersebut mewakili masyarakat yang berada di daerah para peserta yang diundang. Peserta tersebut selanjutnya diberikan kuesioner terkait dengan pelayanan kesehatan, cara hidup sehat serta serta perilaku hidup sehat. Beberapa warga yang di undang untuk mengikuti acara tersebut adalah sebagai responden sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperbaiki pelayanan kesehatan, serta mencapai akreditasi puskesmas untuk mendapatkan grade yang lebih baik terkait pelayanan kesehatan tersebut.

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang-peluang yang dapat di mobilisasi. Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya.

Ibu dr. Hj. Analisa dan Bapak H. Dungani, AMd. Kep. Kepala UPT Puskesmas Sariwangi Terkait Kegaiatan Survei Mawas Diri (SMD). (27/11/2018) (dok : gyamphkanp)

“Survei Mawas Diri adalah untuk menggali potensi-potensi pelayanan yang telah diberikan oleh Puskesmas terutama yang dirasakan oleh warga masyarakat“ ujar Kepala UPT Puskesmas Sariwangi Bapak H. Dungani, AMd. Kep. “Latar belakang SMD ini menggali sejauh mana pelayanan yang diberikan (Puskesmas-red), sejauh mana kepuasan masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan. Nah, Saya berharap dalam survey ini mengisi kuesioner ini apa adanya dengan sejujur-jujurnya karena ini merupakan bahan masukan untuk pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kearah yang lebih baik” tandas-Nya. Selain itu SMD ini juga dalam rangka untuk mengacu persyaratan akreditasi Puskesmas tingkat pertama di bidang kesehatan.

SMD ini juga tak hanya dilaksanakan di Desa Sariwangi, tetapi di seluruh Desa yang berada di Kecamatan Sariwangi yang berada di bawah binaan UPT Puskesmas Sariwangi. “SMD memberikan gambaran sejauh mana pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat baik pelayanan yang didalam gedung puskesmas atau pun di luar gedung puskesmas”. Ungkap Bapak H. Dungani, AMd. Kep. “Kekurangannya merupakan suatu bukti untuk Kami perbaiki terkait pelayanan kesehatan dimasa yang akan datang” ungkapnya.

Tujuan Survey Mawas Diri adalah :

  1. Terlaksananya pengumpulan data, masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku;
  2. Mengkaji dan menganalisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di masyarakat;
  3. Menginventarisasi sumber daya masyarakat yang dapat mendukung upaya mengatasi masalah kesehatan;
  4. Diperoleh dukungan dari Kepala Desa/Kelurahan dan pemuka masyarakat dalam pelaksanaan pengerangkaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Siaga.

Semoga dengan Survei Mawas Diri (SMD) akan lebih meningkatkan kualitas pelayanan UPT Puskesmas  Sariwangi menjadi lebih baik. Dengan kualitas pelayanan yang baik ini pula Masyarakat akan mendapatkan imbas yang baik terutama kualitas kesehatannya. Namun kembali lagi kualitas kesehatan tersebut akan dicapai menjadi lebih baik bukan hanya dengan pelayanan pusat kesehatan saja , akan tetapi dengan peningkatan kualitas perilaku hidup sehat serta lingkungan masyarakat yang diperbaiki dengan budaya hidup sehat. (gyamphkanp).

Facebook Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Survey Mawas Diri (SMD) – DESA LINGGASIRNA

Tinggalkan Balasan