33 (tiga puluh tiga) Rambu Lalu Lintas Baru Terpasang Di Tepi Bahu Jalan Sariwangi

Rambu lalu lintas baru yang dipasang Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya berada tepat didepan Kantor Kepala Desa Sariwangi. (dok : gyamphkanp)

Sariwangi, (22/11/2018). Pada Hari Senin 19 November 2018 terlihat beberapa benda baru yang terpasang di tepi bahu Jalan Raya Sariwangi. Benda yang dipasang di tepi bahu jalan tersebut adalah rambu-rambu lalulintas. Rambu-rambu Lalu Lintas tersebut di kerjakan beberapa pekerja yang ditugaskan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya.

Pekerja dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya sedang mempersiapkan pemasangan rambu lalu lintas di Jalan Raya Sariwangi. (gyamphkanp)

Pemasangan Rambu Lalu Lintas baru tersebut di karena kan Jalan raya  Sariwangi termasuk kedalam jalur Daerah Pariwisata.  Jalan Raya Sariwangi termasuk kedalam Jalan Kabupaten yang menuju ke wilayah Wisata Batu Mahpar Desa Sukamulih dan Wisata Curug Cimedang Desa Sukaharja Kecamatan Sariwangi. Jalan Kabupaten ini juga merupakan jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan Jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan diantaranya. Rambu lalu lintas berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi Pengguna Jalan. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 tentang  Rambu Lalu Lintas, rambu lalu lintas berdasarkan jenisnya terdiri atas:

  1. rambu peringatan;
  2. rambu larangan;
  3. rambu perintah; dan
  4. rambu petunjuk.

Keempat jenis rambu lalu lintas diatas terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu : Rambu lalu lintas Konvensional dan Rambu lalu lintas elektronik. Rambu lalu lintas yang dipasang di jalur Jalan Raya Sariwangi merupakan Rambu lalu lintas Konvensional. Rambu lalu lintas Konvensional berupa rambu dengan bahan yang mampu memantulkan cahaya atau retro reflektif. Sedangkan Retro reflektif adalah sistem pemantulan cahaya dimana sinar yang datang dipantulkan kembali sejajar ke arah sinar datang, terutama pada malam hari atau cuaca gelap. Rambu Lalu Lintas konvensional terdiri atas daun rambu dan tiang rambu.

Rambu Lalu Lintas Konvensional terdiri atas Daun Rambu dan Tiang Rambu. Daun Rambu adalah pelat alumunium atau bahan lainnya yang memenuhi persyaratan teknis tempat ditempel-kan/diletakkannya rambu. Daun rambu wajib dipasang logo perhubungan berupa stiker di bagian depan sebelah bawah yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangan. Tiang Rambu adalah batangan logam atau bahan lainnya untuk menempelkan atau meletakkan daun rambu. Tiang rambu terdiri dari : tiang tunggal, tiang huruf F, tiang kupu-kupu dengan tiang tunggal dan tiang gawang (gantry) dengan tiang ganda atau lebih.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, berikut dibawah ini definisi dan ciri rambu lalu lintas, yang diantaranya adalah :

  1. Rambu peringatan
Contoh Rambu Peringatan. (dok : http://sariwangi.sideka.id/)

Rambu peringatan digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan ada bahaya di jalan atau tempat berbahaya pada jalan dan menginformasikan tentang sifat bahaya.Kemungkinan ada bahaya merupakan suatu kondisi atau keadaan yang membutuhkan suatu kewaspadaan dari pengguna jalan. Ciri rambu peringatan diantaranya : warna dasar kuning, warna garis tepi hitam, warna lambang hitam, dan warna huruf dan/atau angka hitam.

  1. Rambu larangan
Contoh Rambu Larangan. (dok : http://sariwangi.sideka.id/)

Rambu larangan digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh Pengguna Jalan. Rambu larangan memiliki ciri sebagai berikut : warna dasar putih, warna garis tepi merah, warna lambang hitam, warna huruf dan/atau angka hitam, dan warna kata-kata merah. Sedangkan untuk rambu batas akhir larangan memiliki ciri sebagai berikut : warna dasar putih, warna garis tepi hitam, warna lambang hitam dan warna huruf dan/atau angka hitam.

  1. Rambu perintah
Contoh Rambu Perintah. (dok : http://sariwangi.sideka.id/)

Rambu perintah digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh Pengguna Jalan. Ciri dari rambu perintah adalah sebagai berikut : warna dasar biru, warna garis tepi putih, warna lambang putih, warna huruf dan/atau angka putih, dan warna kata-kata putih.

  1. Rambu petunjuk
Contoh Rambu Petunjuk. (dok : http://sariwangi.sideka.id/)

Rambu petunjuk digunakan untuk memandu Pengguna Jalan saat melakukan perjalanan atau untuk memberikan informasi lain kepada Pengguna Jalan. Rambu pengguna jalan juga terdiri dari beberpa jenis dan ciri yang berbeda diantaranya :

  1. Rambu petunjuk pendahulu jurusan cirinya adalah : warna dasar hijau, warna garis tepi putih, warna lambang putih, dan warna huruf dan/atau angka putih.
  2. Rambu petunjuk batas wilayah, rambu petunjuk batas jalan tol, rambu petunjuk lokasi utilitas umum, rambu petunjuk lokasi fasilitas sosial, rambu petunjuk pengaturan lalu lintas, dan rambu petunjuk dengan kata-kata cirinya adalah : warna dasar biru, warna garis tepi putih, warna lambang putih, dan warna huruf dan/atau angka putih.
  3. Rambu papan nama jalan cirinya adalah : warna dasar hijau, dan warna huruf dan/atau angka putih.
  4. Rambu petunjuk jurusan wilayah dan lokasi tertentu cirinya adalah : warna dasar hijau, warna garis tepi putih, warna lambang putih, dan warna huruf dan/atau angka putih.
  5. Rambu petunjuk jurusan khusus lokasi dan kawasan wisata. Rambu petunjuk jurusan khusus lokasi dan kawasan wisata dapat menggunakan simbol atau lambang sesuai dengan kearifan lokal. Adapun cirinya adalah : warna dasar coklat, warna garis tepi putih, warna lambang putih, dan warna huruf dan/atau angka putih.

Untuk lebih lengkapnya dapat di baca di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas.

Untuk Desa Sariwangi sendiri Rambu Lalu Lintas tersebut dipasang dari perbatasan Desa Sariwangi – Selawangi yakni Kampung Parakanlisung sampai dengan pertigaan Jalan Kampung Bojongpetir yang berbatasan dengan Desa Jayaputra. Untuk saat ini, baru sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Rambu Lalu Lintas baru terpasang di jalur tersebut yang kemungkinan akan bertambah lagi. Terdapat 3 jenis rambu lalu lintas disana yakni Rambu Peringatan dan Rambu Petunjuk.

Beberapa rambu lalu lintas yang dipasang di Kampung Bojongpetir Desa Sariwangi. (dok : gyamphkanp)
Rambu lalu lintas konvensional tampak depan. (dok : gyamphkanp)
Rambu lalu lintas konvensional tampak belakang. (dok : gyamphkanp)

Rambu lalu lintas tersebut merupakan usulan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya untuk memasang rambu lalu lintas baru kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rambu lalu lintas baru tersebut sebanyak 33 (tiga puluh tiga) buah di jalur tersebut , merupakan Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2018 yang direalisasikan atas usulan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya tersebut. Di jalur Jalan Desa Sariwangi terdapat 20 (dua puluh) rambu peringatan baru, dan 13 (tiga belas) rambu petunjuk baru.

Pemerintah Desa Sariwangi sangat merespon positip atas pemasangan Rambu Lalu Lintas Baru ini, karena akan sangat berdampak positip bagi para pengguna jalan. Pengguna Jalan adalah orang yang menggunakan jalan untuk berlalu lintas baik berjalan kaki maupun berkendara. Bukan hanya untuk para pelancong/tamu yang datang ke wilayah Desa Sariwangi pada khususnya dan Kecamatan Sariwangi pada umumnya, namun warga Desa Sariwangi sendiri sangat bermanfaat apalagi di tempat-tempat fasilitas umum yang dipandang sangat penting adanya rambu-rambu lalu lintas. Selain mengedukasi masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas juga untuk memberi petunjuk kepada pengguna jalan agar mengetahui bentuk jalan, arah jalan, dan perintah jalan lainnya agar terhindar dari kecelakaan yang terjadi karena sebab akibat. (gyamphkanp).

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan