Sistem Informasi Desa Dan Kawasan (SIDEKA) Dari Desa, Oleh Desa Dan Untuk Desa

Peresmian Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa, Sekolah Pandu Informatika yang di laksanakan di Desa Mandalamekar resmi di buka oleh Drs.Teten Masduki yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. (dok : http://pancamandala.id)

Sariwangi (16/11/2018). Pada tanggal 27 Agustus 2018 Peresmian Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa, Sekolah Pandu Informatika yang di laksanakan di Desa Mandalamekar resmi di buka oleh Drs. Teten Masduki yang menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan dan dihadiri oleh direktur BP2DK, DPMDPAKB Kabupaten Tasikmalaya, semua Kepala Desa Yang ada di Kawasan Panca Mandala dan Para Peserta Angkatan I (pertama) dari 4 (empat) Kecamatan yang ada di Tasikmalaya. Di Kabupaten Tasikmalaya ada sekitar 39 kecamatan atau 351 desa. BP2DK Bekerjasama dengan DPMDPAKB Tasikmalaya untuk mengikutsertakan Perangkat dan non perangkat desa untuk mengikuti sekolah pandu Informatika tersebut. (sumber : Kawasan Pancamandala).

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran tentang tata kelola sistem informasi desa seperti keuangan desa, transparansi anggaran desa, pemetaan desa serta Jurnalisme dan data kependudukan yang semuanya terhimpun atau terdapat dalam aplikasi Sideka. Yang nantinya akan digunakan untuk membangun desa masing-masing dengan harapan Desa-desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi Desa yang maju untuk membangun infrastruktur desa nya, dari segi keuangan desa,kependudukan dan akses menuju desa tersebut serta bisa mempublikasikan potensi-potensi desa yang belum banyak di ketahui publik.

Pemetaan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. (sumber & dok : Relawan TIK Tuban)

Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini diperlukan masyarakat desa, terutama dalam menerapkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 86 yang mengatur kewajiban desa untuk mengadakan sistem informasi desa, dalam rangka keterbukaan data pembangunan desa. Untuk mengelola sistem informasi ini, masyarakat desa perlu memiliki kecakapan dalam hal tata kelola desa, khususnya secara digital. Kecakapan tersebut antara lain adalah terkait dengan pemetaan desa, management produksi kawasan, jurnalisme desa, kependudukan (Posyandu dan Kemiskinan), perencanaan, pembangunan, dan akuntansi keuangan. Kebutuhan penguasaan kecakapan inilah yang mendasari berlangsungnya Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa. (sumber : BP2DK).

Dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa pasal 86 yang merujuk kepada Sistem Informasi Desa dan Pembangunan Kawasan, pada pasal 86 dan berbunyi sebagai berikut:

  1. Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
  2. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengembangkan sistem informasi Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.
  3. Sistem informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia.
  4. Sistem informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.
  5. Sistem informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses oleh masyarakat Desa dan semua pemangku kepentingan.
  6. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan informasi perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota untuk Desa.

Pelatihan dan Bimbingan Teknik Pengelolaan Sistem Informasi Desa yang dilaksanakan di Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya pada tanggal 27 Agustus 2018 sampai dengan 14 November 2018, melahirkan komunitas yang bernama Pandu Desa. Kegiatan ini atas kerjasama dari KOMINFO, BAKTI, BP2DK dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang membuka Sekolah Pandu Informatika. Materi yang dipelajari di Sekolah Pandu Informatika atara lain :

Kang Ari mengisi materi Pemetaan. (dok : BAKTI-BP2DK)
  1. Pemetaan Desa, Kecakapan ini membantu untuk memahami dasar-dasar pemetaan, penggunaan GPS Handheld, penggunaan aplikasi Quantum GIS untuk pengelolaan peta digital, serta mampu memanfaatkan teknologi sistem informasi untuk pengelolaan peta digital desa. Dengan mempelajari kecakapan ini, Pandu Desa diharapkan mampu untuk membuat peta digital Desa dan mengoperasikan Aplikasi Sideka Pemetaan untuk Perencanaan Pembangunan Desa;
  2. Internet Sehat, Kecakapan ini membantu untuk memahami dasar-dasar berinternet, manfaat dan dampak positif dari internet, bahaya dan dampak negatif dari internet, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berinternet. Dengan mempelajari kecakapan ini, Pandu Desa diharapkan mampu menggunakan internet dengan bijak setelah mengerti manfaat dan resiko yang bisa ditimbulkan. Dengan begitu, akan mampu untuk berbagi dan menjadi panutan dalam memanfaatkan teknologi internet di Desa;
  3. Jurnalisme Desa, Kecakapan ini membantu untuk belajar mengenai jenis dan fungsi Media dan Berita, teknik menulis berita langsung, teknik reportase, penggunaan foto dan video untuk jurnalistik, manajemen redaksi, pemanfaatan sosial media dan kode etik jurnalisme. Dengan mempelajari kecakapan ini, diharapkan untuk siap dalam melaporkan setiap berita, perkembangan pembangunan, masalah-masalah dalam pembangunan desa, serta potensi desa yang perlu diketahui dan diperhatikan untuk kemajuan desa. Dengan kata laun dengan jurnalisme Desa akan siap untuk mendunia-kan Desa;
  4. Kependudukan, Kemiskinan dan Posyandu, Kecakapan ini membantu untuk memahami data kependudukan desa sebagai sumber perencanaan, pembangunan Desa untuk pengentasan kemiskinan, revitalisasi Posyandu melalui teknologi informasi, pengelolaan data kependudukan mampu memanfaatkan teknologi sistem informasi untuk pengelolaan data kependudukan. Dengan mempelajari kecakapan ini, diharapkan mampu untuk mengelola data kependudukan Desa dengan benar dengan menggunakan Aplikasi Sideka Kependudukan;
  5. Akuntansi Keuangan Desa, Kecakapan ini membantu untuk memahami: APBDes (Pendapatan Desa; Belanja Desa; dan Pembiayaan Desa), pengelolaan keuangan desa (Perencanaan; Pelaksanaan; Penatausahaan; dan Pelaporan), format-format dokumen pengelolaan keuangan desa, serta dan mampu memanfaatkan teknologi sistem informasi untuk pengelolaan keuangan desa. Dengan mempelajari kecakapan ini, diharapkan untuk mampu melaporkan dan mengaudit keuangan desa dengan baik dengan bantuan Aplikasi Sideka Keuangan.
Tampilan Aplikasi SIDEKA Desktop yang link langsung ke SIDEKA WEB. (dok : gyamphkanp)

Dari beberapa materi tersebut diatas bahwa bisa kita simpul kan betapa pentingnya peran Sitem Informasi Desa untuk kepentingan Desa itu sendiri. Untuk mempermudah informasi dan [pelayanan masyarakat maka dihadirkan-nya SIDEKA (Sistem Informasi Desa dan Kawasan) Web dan SIDEKA Desktop Berikut dibawah ini Manfaat Sistem Informasi Desa, diantaranya adalah :

  1. Kantor Pemerintahan Desa Lebih Efisien. Dengan menggunakan SIDEKA Desktop dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Data kependudukan sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung;
  2. Kantor Pemerintahan Desa Lebih Efektif. Sideka Desktop menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa menargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran;
  3. Pemerintah Desa Lebih Transparan. Dengan SIDEKA, Pemerintahan Desa dapat mengelola informasi kegiatan Desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SIDEKA untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web Desa, papan pengumuman dan lain sebagainya;
  4. Pemerintah Desa Lebih Akuntabel. Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan Dana Desa dan sebagainya di dalam SIDEKA yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor Pemerintahan Desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan Dana Desa dan lain sebagainya;
  5. Layanan Publik Lebih Baik. Dengan Aplikasi SIDEKA pelayanan kantor Pemerintahan Desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor Pemerintahan Desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik;
  6. Warga Mendapat Akses Lebih Baik Pada Informasi Desa. Dengan SIDEKA, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan;
  7. Warga Dapat Berpartisipasi Lebih Aktif Dalam Pembangunan Desa. Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut atau pun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SIDEKA juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi pengetahuan yang membacanya, sehingga di kemudian hari tentang Sistem Informasi Desa ini dapat bermanfaat dan dapat dirasakan seutuhnya untuk seluruh warga Desa Sariwangi pada khususnya dan Warga Desa lain pada umumnya. Sistem Informasi Desa Dan Kawasan (SIDEKA) dimulai dengan informasi dari Desa, dikelola oleh Desa yang terdiri dari Pandu Desa, Perangkat Desa dan Masyarakat Penggerak Desa dan untuk dirasakan manfaat dan kepentingannya untuk Desa dan warga masyarakat Desa.

Sumber : Kawasan Pancamandala, BP2DK, Merdesa.id, Sekolah Pandu Informatika, Relawan TIK Tuban

Dokumentasi : gyamphkanp, BAKTI-BP2DK, Kawasan Pancamandala

Penulis dan Editor : gyamphkanp

Facebook Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Rindu Kebersamaan Dengan Pandu Desa Gelombang V (Kelima) – Desa Sariwangi Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan