Pemerintahan Desa Sariwangi Melaksanakan Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana Alam Di Tasikmalaya Selatan

Bencana Longsor dan Banjir Bandang Menyapu Pemukiman Warga. (dok : http://bojongsari-culamega.sideka.id)

Sariwangi (15/11/2018). Semenjak Jum’at (03/11) curah hujan di Kabupaten Tasikmalaya sangatlah  tinggi, akan tetapi dihiasi dengan teriknya panas matahari. Namun senin siang (5/11) hujan kembali mengguyur wilayah Tasikmalaya, dan hujan sempat reda pada sore harinya lalu hujan kembali turun pada malam hingga pagi hari tiba, selasa (6/11). Alhasil dari kejadian tersebut beberapa wilayah di Kabupaten Tasikmalaya mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

Wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya yang sangat merasakan dampak dari derasnya curah hujan tersebut diantaranya Kecamatan Karangnunggal, Cipatujah dan  Culamega.  Curah Curah hujan yang tinggi ini menyebabkan banjir dan air sungai meluap hingga membanjiri pemukiman penduduk dan lahan pertanian. Dampak bencana tersebut juga mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia. Pesisir pantai selatan pun tak luput kena dampaknya beberapa pemukiman penduduk terendam banjir hingga warga terpaksa mengungsi agar tidak terjadi korban akibat luapan air tersebut. Beberapa lokasi lainnya sejumlah jalan dan tanah mengalami longsor serta satu jembatan penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Garut ambruk diterjang banjir.

Jalan Kabupaten Tergerus Tanah Longsor di Dusun Datarkadaka. (dok : omen/Desa Cikupa)

Di Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal terdapat tanah longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada Senin malam, (06/11), lalu air meluap dan menggerus tanah di badan jalan Kabupaten. Jalan ini merupakan satu-satunya akses penghubung antar desa yaitu Desa Cikupa dengan Desa Cikapinis. Akibatnya, jalan Kabupaten ini tergerus longsor dengan kedalamannya mencapai 5 meter dan panjang mencapai 50 meter lebih. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor ini, namun jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat atau lebih, dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, namun harus tetap berhati-hati karena sewaktu-waktu bisa terjadi longsor susulan. Yang dibutuhkan saat ini adalah beronjong dan batu penahan tanah, kemudian alat berat berupa beku, sehingga untuk memudahkan dalam membersihkan material longsoran tanah. Harapan dari semua warga masyarakat adanya bantuan dan perbaikan jalan Kabupaten ini agar bisa segera terealisasi dalam waktu dekat ini, karena akses jalan ini sangatlah penting bagi mereka. (kutipan bersumber : cikupa.sideka.id).

Banjir Bandang yang menerjang Desa Bojongsari (dok : http://bojongsari-culamega.sideka.id)

Hujan yang terus mengguyur mengakibatkan terjadinya Longsor dan Banjir Bandang menerjang sejumlah Kedusunan yang ada di Desa Bojongsari Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Namun proses penyelamatan terhambat oleh akses jalan yang terputus karena Amblas dan masih tertimbun material longsoran tanah. Akibat bencana ini, 1 (satu) orang ditemukan meninggal yaitu Elsa seorang anak berusia 8 tahun dalam peristiwa yang terjadi Selasa dini hari (06/11/2018) pukul 12.30 WIB dan 1 (satu) orang lainnya yaitu Aning berusia 50 tahun masih belum ditemukan. Kedua korban tersebut merupakan warga dari Kedusunan Cikondang Desa Bojongsari. Data sementara untuk kerusakan rumah yang didapat dari pemerintah desa Bojongsari  yaitu 12 rumah rata dengan tanah, 16 rumah rusak berat dan 24 rumah rusak sedang. Kemungkinan data tersebut akan terus bertambah mengingat masih banyaknya warga yang melapor ke posko pengungsian. Data tersebut diperoleh dari setiap Kepala Dusun yang turun langsung ke lapangan berdasarkan intruksi dan himbauan dari Kepala Desa Bojongsari Guruh Ivan Kurniawan, S.pd. (kutipan bersumber : bojongsari-culamega.sideka.id).

Kepala Desa Sariwangi Bapak Muslim ikut berpartisipasi dalam Penggalangan Dana untuk Korban Bencana di Tasik Selatan. (dok : http://sariwangi.sideka.id/)

Melihat bencana Pemerintah Desa Sariwangi dan sejumlah penduduk Desa Sariwangi tergerak untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di lokasi bencana. Rabu (14/11) Kepala Desa Sariwangi dengan sukarela membantu relawan yang berada di Kampung Bojongpetir Rt. 005/001 Desa Sariwangi untuk meminta bantuan kepada pengendara jalan dan pejalan kaki di wilayah sentral tersebut. “Kami, Pemerintahan Desa Sariwangi dan Warga Desa Sariwangi Ikut berduka cita atas terjadinya bencana di Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal dan Culamega. Dan semoga korban dari bencana ini di terima di sisi Alloh SWT” ujar Kepala Desa Sariwangi Bapak Muslim disela partisipasi-nya. Ia juga menambahkan “ Kami dan warga Desa Sariwangi disini tujuannya untuk menggalang dana untuk meringankan beban saudara-saudara kita disana semoga bantuan kami bermanfaat bagi mereka disana. Bantuan yang akan kami kirim diutamakan adalah sembako dan bahan pokok lainnya untuk menunjang hidup dan semangat mereka kembali yang trauma atas bencana ini” tambah-nya.

Kegiatan penggalangan dana ini dilaksanakan sejak hari Senin  tanggal 11 November 2018. Kepala Desa Sariwangi juga menyerukan kepada beberapa organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beberapa pengurus RW dan RT  di Desa Sariwangi mengkoordinir penggalangan dana tersebut. Sampai saat ini dari hasil penggalangan terdapat beberapa bantuan bagi mereka disana, seperti sembako, pakaian dan beberapa kebutuhan lainnya. Rencananya hasil dari penggalangan dana tersebut akan di kirimkan ke lokasi bencana pada hari sabtu 17 November 2018.

Sekretaris Camat sariwangi Bapak Sofyan. S.IP. (dok : gyamphkanp)

Di tempat yang berbeda Pemerintah Kecamatan Sariwangi yang di wakili Sekretaris Camat Bapak Sofyan, S.IP. mengungkapkan nada yang sama dengan Kepala Desa Sariwangi, “diharapkan kita sebagai warga Kabupaten Tasikmalaya punya kepedulian terhadap sesama untuk membantu semampu kita, sehingga yang terkena bencana merasa terbantu dan dapat meringankan beban terutama dari sisi kebutuhan pokok (sembako-red) dikarenakan mereka belum bisa beraktivitas secara normal”. Untuk target pendistribusian Sekretaris Camat Sariwangi tersebut menambahkan, “Sesuai himbauan dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kami mengutamakan Culamega dan Cipatujah untuk pendistribusian bantuan, karena melihat kondisi dan keadaan mereka yang paling membutuhkan “.

Pada bulan November tahun ini seluruh wilayah Indonesia pada umumnya diperkirakan memasuki musim hujan. Begitu juga dengan Kabupaten Tasikmalaya yang dari akhir bulan Oktober tahun ini beberapa wilayah sudah memasuki musim penghujan. Curah hujan di bulan ini cukup tinggi dengan kisaran  43 % (empat puluh tiga persen) dengan suhu rata-rata sekitar 290 – 320C (Derajat Celsius). Curah hujan yang cukup tinggi ini akan menimbulkan badai petir di beberapa daerah di Kabupaten Tasikmalaya (sumber : BMKG).

Bencana yang terjadi di Indonesia saat ini seharusnya kita telaah lebih dalam, apakah semua ini adalah musibah yang memang ada sebab akibatnya atau musibah yang terjadi karena fenomena alam. Mari kita telaah sebuah lagu berjudul Berita Kepada Kawan ciptaan Ebiet G. Ade. (gyamphkanp)

Facebook Comments

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Penyaluran Bantuan Sosial Pemerintahan Desa dan Warga Desa se-Kecamatan Sariwangi Untuk Korban Bencana Alam di Tasikmalaya Selatan – Desa Sariwangi Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya
  2. Penyaluran Bantuan Sosial Pemerintahan Desa dan Warga Desa se-Kecamatan Sariwangi Untuk Korban Bencana Alam di Tasikmalaya Selatan

Tinggalkan Balasan