Pembangunan fisik terakhir dengan bantuan Dana Desa di akhir tahun Anggaran 2018

Pembanguan saluran air toha dengan bantuan Dana Desa Tahun anggaran 2018

Sariwangi (13/11/2018). Pemerintahan Desa Sariwangi pada tanggal 25 Oktober 2018 telah menerima bantuan Dana Desa yang ditransfer melalui Rekening Kas Desa (RKD). Dana Desa yang diterima Pemerintahan Desa sariwangi adalah sebesar Rp. 289.788.200,- (dua ratus delapan puluh sembilan juta tujuh ratus delapan puluh delapan ribu dua ratus rupiah). Dana tersebut telah direalisasikan sejak tanggal 01 November 2018.

Kepala Desa Sariwangi, Bapak Muslim saat ditemui di ruangan nya. (dok-gyamphkanp)

“Tanggal 25 Oktober 2018 dana Desa sudah masuk ke Rekening Kas Desa Kami (Sariwang-red), dan kami baru dapat konfirmasi senin 29 Oktober 2018” Ungkap Kepala Desa Sariwangi, Bapak Muslim. “Karena Saya dan juga Bendahara Desa sedang ada beberapa kegiatan jadi Kami baru bisa mengambilnya 01 November 2018 dan itu pun Kami langsung transfer ke rekening BUMDes Desa Sariwangi agar Mereka (Pengurus BUMDes-red) segera ditindaklanjuti” tambahnya. Untuk menindaklanjutinya Pemerintahan Desa mengadakan Launching Dana Desa Tahap 3 (tiga) Desa Sariwangi Tahun Anggaran 2018 pada tanggal 02 November 2018.

Baca Juga : Launching Dana Desa Tahap 3 (tiga) Desa Sariwangi Tahun Anggaran 2018

Dana Desa Tahap 3 (tiga) Desa Sariwangi Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 289.788.200,- (dua ratus delapan puluh sembilan juta tujuh ratus delapan puluh delapan ribu dua ratus rupiah) terbagi dalam 3 (tiga) kegiatan. Sebesar Rp. 92.532.300,- (sembilan puluh dua juta lima ratus tiga puluh dua ribu tiga ratus rupiah) untuk kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Jumlah Dana Desa Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) diperuntukkan untuk pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lestari Jaya. Kegiatan terakhir dengan biaya Rp. 97.255.900,- (sembilan puluh tujuh juta dua ratus lima puluh lima ribu sembilan ratus rupiah) adalah untuk Pembangunan Tembok Penahan Tanah Saluran Air Toha Dusun Kertasari.

Para pekerja sedang melaksanakan pembangunan saluran air toha. (dok-gyamphkanp)

Dalam kesempatan ini penulis terlebih dahulu akan membahas tentang Pembangunan Tembok Penahan Tanah Saluran Air Toha Dusun Kertasari. Pembangunan tersebut secara resmi dimulai 1 (satu) hari setelah Launching Dana Desa yakni pada tanggal 03 November 2018. Pembangunan ini merupakan pembangunan fisik terakhir di tahun anggaran 2018 untuk Desa Sariwangi. Pembangunan yang direncanakan menelan biaya bantuan Dana Desa sebesar Rp. 97.255.900,- (sembilan puluh tujuh juta dua ratus lima puluh lima ribu sembilan ratus rupiah).

Di lokasi ini beberapa tepi sawah sering longsor atau tergerus air. (dok-gyamphkanp)

Tujuan saluran air ini adalah untuk menyalurkan pembuangan air atau air hujan yang mengalir ke suatu tempat agar tidak terjadi masalah bagi lingkungan di sekitarnya. Manfaat lainnya adalah untuk menyalurkan air guna kebutuhan pertanian dan perikanan khususnya di Dusun Kertasari yang kurang merata pendistribusian-nya. Di saat musim hujan tiba kerap membanjiri beberapa sawah dan kolam ikan karena volume sawah atau kolam ikan tak mampu menampung debit air. Namun disisi lain beberapa sawah atau kolam ikan baru terisi air dengan sempurna saat musim hujan tiba.

Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas dibangun Tembok Penyangga Tanah (TPT) agar tanah yang labil tidak longsor atau tergerus air saat musim penghujan tiba. Selain itu pembangunan ini juga akan bermanfaat bagi petani sekitar saluran air ini dan tidak khawatir dengan kendala seperti yang terjadi sebelumnya. Karena saluran air yang tidak baik ini kerap merugikan beberapa petani apalagi saat musim penghujan tiba.

Saluran Air Toha adalah saluran air yang hulunya juga merupakan batas alam antara Desa Sariwangi dan Desa Jayaputra. Air yang dimanfaatkan saluran air ini bukan hanya dinikmati warga Desa Sariwangi saja namun dapat dinikmati oleh warga Desa Jayaputra dan Desa Linggasirna khususnya untuk sawah dan kolam ikan. Hulu saluran air ini bersumber dari sungai Cikunten yang berada di wilayah Desa Jayaputra.

Lokasi Pembangunan Tembok Penahan Tanah Saluran Air Toha berjarak sekitar 200 (dua ratus) meter dari Kantor Kepala Desa Sariwangi. Halaman Kantor Kepala Desa Sariwangi pun dijadikan tempat penampungan material untuk pembangunan tersebut seperti pasir dan batu belah. Selain jarak yang lumayan jauh akses menuju lokasi pun lumayan sempit, karena harus memasuki gang-gang sempit sekitar perumahan warga Kampung Kertasari.

Halaman Kantor Kepala Desa dijadikan penyimpanan material pembangunan. (dok-gyamphkanp)
akses menuju lokasi pembangunan cukup sempit. (dok-gyamphkanp)

Untuk mengakali nya para pekerja menggunakan sistem langsir saat pengambilan material dari halaman Kantor Kepala Desa Sariwangi. Pekerja pertama mengambil material seperti semen dan batu belah menggunakan gerobak sorong  dari halaman Kantor Kepala Desa Sariwangi, selanjutnya pekerja pertama menukarkan gerobak sorong tersebut dengan kereta sorong yang kosong dari pekerja kedua untuk kembali ke halaman kantor Kepala Desa Sariwangi. lalu pekerja kedua gerobak sorong yang tadi dari pekerja pertama untuk dihantar ke lokasi pencampuran/pengadukan semen dan pasir melewati gang sempit perumahan warga. Setelah mengantar material tadi, pekerja kedua lalu kembali lagi ke tempat dimana Dia  tadi bertukar gerobak sorong dengan pekerja pertama.

Lokasi tempat pencampuran/pengadukan semen cukup jauh dari lokasi pembangunan saluran air. (dok-gyamphkanp)

Di lokasi pencampuran/pengadukan semen dan pasir, pekerja lainnya mengantarkan adonan semen dan pasir yang telah dicampur tadi. Di lokasi tersebut terdapat 3 (tiga) pekerja yang siap mengantarkan material batu belah dan/atau adonan semen menggunakan gerobak sorong menuju lokasi pembangunan melalui pematang sawah yang memiliki lebar kurang lebih 30 – 40 cm. Satu diantara 3 (tiga) pekerja tersebut mengantar material batu belah dan yang 2 (dua) mengantarkan adonan semen yang telah di campur/diaduk di lokasi  pencampuran/pengadukan semen dan pasir tadi.

Papan Proyek Tembok Penahan Tanah Saluran Air Toha. (dok-gyamphkanp)

Waktu pelaksanaan Pembangunan saluran air toha adalah 60 (enam puluh) hari kalender. Pelaksana kegaitan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Sariwangi. Volume saluran dalam kegiatan ini 78,56 + 48,10 m³. Kepala Desa Sariwangi, Bapak Muslim dalam wawancaranya mengatakan “Volume yang tertera di papan proyek terkesan terbagi 2 (dua) atau ada 2 (volume). Dikarenakan saluran air toha sebelah hilir ada yang sudah sangat baik, jadi yang di jadikan kegiatan adalah titik-titik yang kemungkinan besar akan menjadi kendala bear kemudian hari”. ”Semoga cuaca mendukung pekerjaan Kami, jadi Kami bisa memanfaatkannya dengan kondisi bangunan yang sudah baik saat debit air besar nanti” tambahnya.

Memang kekhawatiran Kepala Desa tidak dapat kita tampik, karena cuaca saat ini memang yang tidak menentu apalagi bulan ini sudah masuk musim penghujan. Yang dikhawatirkan curah hujan yang tinggi dan debit air yang besar sehingga menggerus pekerjaan pembangunan saluran air toha. Semoga saja semua itu tidak terjadi, sehingga masyarakat bisa menggunakannya saluran air tersebut untuk kebutuhan mereka. (gyamphkanp)

 

 

Facebook Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Monitoring Dana Desa Tahap 3 (tiga) Pembangunan TPT Saluran Air Toha Desa Sariwangi Kecamatan Sariwangi – Desa Sariwangi Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan