Lomba Menanak Nasi Liwet Menggunakan Kastrol mendapatkan Rekor MURI

Kastrol yang berbaris untuk dihitung sebagai proses mendapatkan Rekor MURI

Sariwangi,(20/10/2018). Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Kegiatan Lomba Menanak Nasi Liwet Menggunakan Kastrol,  yang dilaksanakan di lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2018. Kegiatan tersebut untuk memeriahkan  peringatan ke-3 (ketiga) Hari Santri Nasional tahun 2018, yang melibatkan para santri dan Pemerintah Desa se-Kabupaten Tasikmalaya.

Rekor MURI untuk Kabupaten Tasikmalaya

Lomba yang digelar tersebut mendapatkan rekor MURI dan berhasil memecahkan rekor menanak nasi menggunakan kastrol terbanyak yang belum lama ini diaraih oleh Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini merupakan rekor yang subjek dan objeknya terbanyak dan baru ada pertama kali di dunia yang melibatkan para Santri dan Aparatur Pemerintah Desa. Jumlah peserta lomba mencapai 2.413 orang, lomba menanak nasi liwet menggunakan kastrol juga masuk rekor dunia karena jumlah kastrol yang digunakan menanak nasi liwet menembus angka 2.413 buah. Rekor sebelumnya dipegang kabupaten bandung barat dalam kategori rekor menanak nasi liwet dengan jumlah peserta mencapai 2103 buah kastrol. “Pada hari ini dalam rangkaian hari santri Pemkab Tasikmalaya lakukan rekor. kami Muri berikan rekor dunia untuk lomba menanak nasi liwet dengan jumlah santri dan kastrol terbanyak,” ujar Manager Muri Triyono di kantor Bupati Tasikmalaya, Sabtu (20/10/2018). (sumber : detik.com )

Pemerintah Desa Sariwangi yang ikut berperan serta mendapatkan rekor MURI tersebut mempersiapkan kegiatan ini di hari sebelumnya. “di hari Jum’at kita mempersiapkan semua bahan-bahan yang akan dimasak, bumbu-bumbu, kastrol 5 (lima) buah,  juga kayu bakar untuk besok (sabtu, 20 Oktober 2018-red), jadi kita besok tinggal memasaknya disana tanpa ribet cari ini itu lagi” menurut Yudha salah satu Perangkat Desa Sariwangi yang ikut memeriahkan lomba. Pemerintah Desa Sariwangi mengirimkan pesertanya sebanyak 10 (sepuluh) orang peserta dalam Acara ini.

Perangkat Desa Sariwangi melakukan persiapan pemberangkatan

“Kita (Pemdes Sariwangi-red) sudah siap dan tinggal berangkat kita lagi menunggu rekan Pemdes dan dari unsur Kecamatan Sariwangi yang lain biar bisa berangkat bersama-sama, bahkan kita berkumpul sejak jam 06.30 WIB.” Ujar Kepala Desa Sariwangi, Bapak Muslim. Dia juga berharap dengan kegiatan ini bisa saling bersilaturrahmi baik itu sesama Pemdes se-Kabupaten Tasikmalaya atau dengan para santri itu sendiri. Tidak dipungkiri kegiatan ini memang menimbulkan sisi postip yakni bisa saling bekerjasama dan bergotongroyong antar sesama peserta lomba dan bersilaturrahmi dengan peserta.

Pemerintah Desa Sariwangi dan Pemerintah Desa se-Kecamatan Sariwangi serta para santri Kecamatan Sariwangi, bertolak ke Lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 07.15 WIB. Dengan menggunakan kendaran operasional Desa dan mobil sewaan berangkat beriringan. Sesampainya di lokasi diwakili perwakilan Kecamatan mendaftarkan diri dan mendapatkan tanda peserta dari panitia lomba lalu dibagikan kepada peserta lomba Desa-nya masing-masing. Peserta yang menanak nasi liwet untuk satu kastrolnya terdapat 2 (dua) orang peserta, untuk saling bekerjasama menanak nasi. Setelah diberi aba-aba baru lah seluruh peserta memulai perlombaan menanak nasi liwet menggunakan kastrol.

Peserta perlombaan menanak nasi liwet menggunakan kastrol tetap antusias walau hari yang terik dengan kepulan asap yang memekat. Sembari menunggu masakannya matang beberapa peserta berswafoto, bersilaturrahmi dengan rekan-rekan lainnya dan bercengkerama sembari menanak nasi liwet. Walau terasapi oleh peserta lain mereka tetap ceria, saling menghormati, dan menikmati perlombaan ini. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Proses menanak nasi liwet
Tetap eksis dan tersenyum walau terasapi
Juri sedang menilai dengan mencicipi nasi liwet
Nasi liwet yang akan dihidangkan oleh peserta dari Desa Sariwangi
Kastrol yang berbaris untuk dihitung sebagai proses mendapatkan Rekor MURI

Semoga dengan kegiatan ini menjadi salah satu pemersatu bangsa dan menjadi pengikat kekeluargaan seluruh santri dan Pemerintah Desa se-Kabupaten Tasikmalaya . semoga ke depannya ada perlombaan menanak nasi liwet antar Pandu Desa se-Indonesia. Merdesa. (gyamphkanp)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan