Pemerintahan Desa Sariwangi memperingati Hari Batik Nasional

Sariwangi,(02/10/2018). Batik merupakan warisan budaya asli Indonesia, yang patut kita lestarikan dan kita banggakan karena batik sekarang sudah mendunia. Pada tanggal 02 Oktober 2009 pihak UNESCO mengakui bahwa batik Indonesia sebagai warisan dunia atau warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi. Pada tanggal 17 November 2009, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional. Maka sejak saat itu ditetapkanlah bahwa pada setiap tanggal 02 Oktober merupakan Hari Batik Nasional.

Batik sendiri di zaman modern seperti sekarang ini banyak dikombinasikan dengan berbagai model pakaian, dress, celana bahkan fashion lainnya. Sentuhan tersebut membuat batik lebih terkesan mewah dan berkelas, berbeda dengan zaman dulu yang digunakan dalam acara resmi dengan model seadanya. Pada zaman dahulu model dan motif batik mengandung filosofi dengan nilai-nilai kehidupan, namun batik di era sekarang model dan motif-nya sangat beragam mengikuti trend zaman saat ini. Contoh kecil batik saat ini yaitu, ada yang dikombinasikan dengan kaos tim sepak bola, bahkan ada pula yang membuat motif logo klub sepak bola, dan banyak hal lainnya yang dituangkan pada motif batik.

Sebagai warga Jawa Barat kita juga memiliki berbagai macam batik khas jawa barat. Misalnya : Batik Cirebon, Batik Indramayu, Batik Tasikmalaya, Batik Garut, Batik Ciamis, Batik Cianjur, Batik Bogor, Batik Sumedang, Batik Subang, Batik Majalengka, dan Batik Purwakarta. Sebagai warga Tasikmalaya kita juga patut bangga karena kita juga memiliki 3 jenis batik khas tasikmalaya diataranya : Batik Sukapura, batik Sawoan, dan Batik Tasik.

Pada hari Selasa 02 Oktober 2019, Kepala Desa dan Perangkat Desa Sariwangi menggunakan pakaian seragam batik guna berpartisipasi dan memperingati Hari Batik Nasional sebagai wujud ikut serta melestarikan warisan budaya bangsa. Pemerintahan Desa Sariwangi juga menggunakan pakaian batik setiap hari Kamis dan Jum’at sebagai pakaian dinas di Kantor Kepala Desa Sariwangi. “Pemerintah Daerah sendiripun menghimbau menggunakan pakaian batik sebagai pakaian dinas. Pesan yang tersirat adalah upaya melestarikan budaya bangsa hanya bisa dilakukan oleh bangsanya itu sendiri bukan oleh bangsa lain” ungkap Kepala Desa Sariwangi Bapak Muslim.

Kita bangga akan semua model yang mengikuti trend fashion saat ini, namun kita juga harus tetap melestarikan batik-batik tradisional yang model dan motif-nya memiliki nilai-nilai kehidupan. Mari kita ikut serta merawat dan melestarikan budaya bangsa kita, jangan sampai anak cucu kita tidak tahu budaya kita yang begitu beragam dan jangan sampai punah begitu saja atau bahkan direnggut oleh bangsa lain. Mari kita bangga dan  melestarikan budaya dan produk aseli Indonesia. SELAMAT HARI BATIK NASIONAL. (gyamphkanp)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan